Perbedaan terpentingnya adalah akurasi. Akurasilah yang membuat perkiraan karbohidrat benar-benar berguna. Carbetic memadukan AI dengan matematika dan data pengukuran nyata, sehingga jauh lebih akurat daripada alat AI biasa atau aplikasi penghitung kalori.
Chatbot AI umum biasanya memperkirakan makanan dari satu foto saja. Carbetic mengukurnya. Contoh mengapa Carbetic lebih akurat:
Rekonstruksi 3D, bukan satu foto. Dari tiga pengambilan gambar, Carbetic membuat model 3D makanan. Dari model itu diperoleh dimensi dan volume setiap komponen. Volume dikali densitas menghasilkan berat, dan dari situ aplikasi menghitung nilai gizinya.
Sumber gizi yang terverifikasi. Basis data Carbetic menggabungkan beberapa basis data rujukan: FoodData Central dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), data gizi dari produsen, situs web resmi, dan sumber terverifikasi lainnya. Untuk setiap makanan, Carbetic memakai sumber yang paling sesuai: nilai rata-rata untuk produk generik seperti roti burger, dan data resmi jaringan restoran bila tersedia.
Sensor smartphone. Pada perangkat dengan sensor kedalaman LiDAR, Carbetic menyertakan hasil pengukurannya bila itu meningkatkan akurasi. Giroskop merekam orientasi dan kemiringan perangkat pada setiap pengambilan gambar. Selain itu, Carbetic memperkirakan lokasi kasar, misalnya negara, dari alamat IP, karena menu dan resep jaringan makanan cepat saji berbeda di tiap negara.
Ditambah lagi antarmuka yang dirancang untuk mencatat makanan dengan cepat, bukan utas obrolan, serta analisis resep dan input suara.
Sumber: U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service. FoodData Central, 2019. fdc.nal.usda.gov